GUNAKANLAH VERSI DESKTOP AGAR MAXSIMAL
... ... ...
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts

Inilah Sejarah Singkat Perkembangan Komputer beserta Ciri -Cirinya

         Komputer merupakan perangkat yang saat ini banyak dipakai di kehidupan sehari-hari. Dengan adanya perangkat komputer bisa digunakan sebagai membantu aktifitas dari manusia, sehingga memudahkan semua pekerjaan.

Sejarah Komputer


     Komputer sendiri pertama kali ditemukan oleh seseorang yang bernama Charles Babbage. Sejak ditemukannya komputer, popularitas mesin ini selalu berkembang dengan baik. Dapat dibilang sejarah komputer pertama kali ditemukan pada tahun 1945

    Namun Seiring waktu, komputer pun mulai berkembang dengan beberapa tahapan yaitu dimulai dengan :


    1. Generasi Pertama ( 1944 - 1959 )

    Dikarakteristik dengan fakta bahwa instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu. Setiap komputer memiliki program kode-biner (pengertian kode biner) yang berbeda yang disebut  "bahasa mesin"(mesin language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan sulit membatasinya.



Vacum Tube
Vacum Tube


Ciri Komputer Generasi Pertama:

  • Sirkuitnya menggunakan Vacum Tube
  • Program dibuat dengan bahasa mesin;ASSEMBLER🔎
  • Ukuran fisik komputer sangat besar serta cepat panas
  • Proses kurang cepat, Kapasitas penyimpanan kecil
  • Memerlukan daya listrik yang besar
  • Orientasi pada aplikasi bisnis

    2. Generasi ke-Dua ( 1959 -1964 )

                            
CDC 1604
CDC 1604
    

    Pada tahun 1948 ,penemuan transistor sangat mempengaruhi perkembangan komputer. Transistor menggantikan tube vakum yang ada pada televisi, radio,dan komputer. Akibatnya, ukuran mesin-mesin elektrik berkurang drastis.Transistor mulai digunakan didalam komputer mulai sejak tahun 1956.
    Penemuan lain yang berupa pengembangan memori inti magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya. Komputer yang paling banyak digunakan pada generasi kedua ini adalah IBM 401 untuk aplikasi bisnis, IBM 1602 & IBM 7094 untuk aplikasi teknik.


Resistor
Resistor

    
Ciri Komputer Generasi Kedua:

  • Sirkuitnya berupa transistor dan sudah ada sistem operasi
  • Munculnya COBOL, FORTRAN, ALGOL serta kapasitas memory utama sudah cukup besar
  • Proses Operasi sudah cukup cepat dan membutuhkan lebih sedikit daya listrik
  • Berorientasi pada Teknik dan Bisnis

  3. Generasi ke-Tiga ( 1964 -1970)


        
komputer generasi ke-3

        
        Salah satu kemajuan Komputer generasi ke-3 adalah sistem operasinya yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang berfungsi untuk memonitor dan mengkordinasi memori komputer.

Ciri Komputer Generasi Ketiga:

Integrated Circuit


  • Menggunakan IC ( Integrated Circuit )🔎
  • Pemrosesan lebih cepat
  • Kapasitas Memory lebih besar
  • Penggunaan Listrik lebih hemat
  • Bentuk fisik lebih kecil
  • Banyak bermunculan application software


4. Generasi ke-Empat ( 1970 -1990)



        Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas yaitu mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen-komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980-an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra - Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan.

        Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program wordp rocessing dan spreadsheet. Pada awal 1980-an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram. Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan dirumah, kantor, dan sekolah.

Beberapa Contoh Komputer Generasi Ke-Empat :

  •  IBM370, komputer generasi keempat yang pertama
  •  Cray1,Komputer super pertama
  •  ApoleII, Personal Computer pertama
  •  Komputer IBMPC yang pertama
  •  PentiumII
  • AMDK63D



Ciri Komputer Generasi Keempat:

  • Menggunakan Large Scale Integration ( LSI )
  • Microprocessor : penggabungan seluruh komponen komputer( CPU , memori, kendali I/O) dan diprogram sesuai dengan kebutuhan.
  • Munculnya PC

Micro prosessorMicro prosessorMicro prosessor
                MicroProcessor



5. Generasi ke-Lima( 1990 - Sekarang )

    
    Rencana masa depan komputer generasi kelima adalah komputer yang telah memiliki Artificial Intelligence (AI). Sehingga komputer dimasa depan dapat memberikan responatas keinginan manusia. Perkembangan komputer masa depan akan memiliki bentuk yang semakin kecil dan canggih. Menggunakaan Very Large Scale Integration (VLSI) 

Komputer masa depan akan memiliki fitur sebagai berikut:

1. Bentuk nyaakan semakin kecil sederhana bisa dibawa atau dipakai, memiliki kecerdasan terbatas dan lebih berfungsi sebagai client komputer yang lebih besar
2. Sensor Panca Indra akan dimiliki komputer. Dengan adanya panca indra tadi dan kemajuan di teknologi programming, maka komputer tadi dapat beroperasi secara mandiri, karena tidak lagi memerlukan inpu dari perangkat khusus seperti keyboard / mouse / touch screen dikomputer.

Baca Juga Mungkin Anda Suka :D

    Itulah Perkembangan Komputer dari awal generasi hingga saat ini, Bersyukurlah kalian wahai anak muda!!!. Kalian dilahirkan dimana semua serba mudah hanya dengan beberapa ketikan disearch engine dunia sudah ada ditangan kalian dan bersedih lah juga kalian karena banyak sisi negatif pula dari berbagai kemudahan itu ........inilah Akhir Zaman
Read More...

Sejarah Perkembangan Islam







Adalah layak kalau dikatakan bahwa ajaran Islam memiliki kontribusi begitu signifikan dalam kemajuan peradaban umat manusia. Sejak Rasulullah Muhammad SAW mendeklarasikan Islam pertama kali di Mekkah, sebuah wilayah gersang di Jazirah Arab, ajaran ini terus menyebar sampai akhirnya menguasai hampir 2/3 wilayah dunia. Hebatnya lagi, tidak sedikit wilayah yang berada dalam naungan Islam itu dulunya merupakan pusat-pusat peradaban manusia, dan beberapa diantaranya berstatus sebagai negara adidaya. Sebut saja Wilayah Mesir dan Persia yang dibebaskan pada era kekhalifahan Umar Ibnu Khattab (634-644 M). Begitu juga Konstantinopel, ibukota sebuah imperium besar yang kekuatannya begitu termasyhur saat itu, Romawi Timur.

Islam menyatukan bukan hanya wilayah geografis yang sebegitu luas. Lebih dari itu, ajaran mulia ini menjadi perekat lahir bathin sebagian besar masyarakat dengan doktrin pemikirannya yang memang bersifat universal. Sebagian besar penduduk wilayah yang telah dibebaskan memeluk Islam tanpa sedikitpun ada paksaan. Pemerintahan yang efektif menjadikan mereka hidup lebih tenang dibandingkan masa-masa sebelumnya.

Fenomena ini diilustrasikan dengan baik oleh seorang sejarawan barat, Will Durant dalam bukunya “The Story of Civilization”. Dia mengatakan : “Diseluruh wilayah tersebut telah menyebar luas aqidah serta tatacara ibadah Agama Islam. Penduduk itu telah beriman kepada agama baru dan mereka semua ikhlas kepadanya. Mereka berpegang teguh kepada aqidahnya (ushul) dengan ikhlas dan serius sehingga dalam waktu singkat mereka telah melupakan tuhan mereka yang terdahulu. Agama Islam telah menguasai hati ratusan bangsa di negeri-negeri yang terbentang mulai dari China, Indonesia, India hingga Persia, Syam, Jazirah Arab, Mesir, hingga Maroko dan Spanyol. Islam pun telah memiliki cita-cita mereka, menguasai akalnya, mempola kehidupannya dan membangkitkan harapan di tengah-tengah mereka, yang meringankan urusan kehidupan maupun kesusahan mereka. Islam telah mewujudkan kejayaan dan kemuliaan bagi mereka. Agama Islam telah menyatukan mereka dan melunakkan hatinya walaupun ada perbedaan pendapat maupun latar belakang politik diantara mereka ” (Al-Qashash, 2004).

Masa pemerintahan yang begitu panjang bukanlah halangan bagi peradaban ini untuk menjadi cahaya yang senantiasa bersinar. Berbagai prestasi spektakuler yang diraihnya telah menjadi tinta emas sejarah untuk generasi-generasi berikutnya. Khalifah Umar Bin Abdul Aziz – dengan sistem Islam yang dijalankannya- mampu mensejahterakan umat yang dipimpinnya, sampai level yang tidak mungkin dicapai oleh peradaban dan sistem pemerintahan manapun, apalagi dengan sistem gaya kapitalistik yang ada saat ini. Padahal, masa pemerintahan beliau hanya berlangsung sekitar 3 tahun (818 – 820 M). Kalau waktu itu tidak ada seorang pun yang berhak menerima harta zakat, maka kondisi itu berbalik 180 derajat dengan sekarang dimana malnutrisi, gizi buruk, bahkan kelaparan terjadi dimana-mana.

Alhasil, penyakit sosial yang sering muncul sebagai akibat tidak terpenuhinya kebutuhan pokok semacam prostitusi, perampokan, dan aneka modus kejahatan lainnya benar-benar bisa diminimalisir. Selain juga karena ketegasan pemerintah saat itu dalam menerapkan sanksi terhadap para pelaku kejahatan.

Tingginya political will penguasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan menjadikan lembaga-lembaga pendidikan di wilayah Islam sebagai mercusuar ilmu pengetahuan bagi dunia. Ketika Eropa masih tertidur lelap (era kegelapan/darkage), para ilmuwan muslim telah melakukan berbagai penemuan dan terobosan penting di berbagai disiplin ilmu.

Pakar sejarah Jerman, Sigrid Hunke mendeskripsikan beberapa diantaranya. Pada masa pemerintahan Al Makmun, pernah didirikan sebuah observatorium di Baghdad sebagai sarana pengamatan terhadap gerakan planet-planet secara sistematis. Dari berbagai observasi yang dilakukan selama bertahun-tahun oleh para astronom muslim –diantaranya Muhammad bin Musa-, akhirnya dihasilkanlah “Tabel Makmun yang telah diverifikasi”. Ini merupakan prestasi fenomenal karena telah merombak total tabel astronomi Ptolomeus. Muhammad bin Musa bersama saudara-saudaranya juga menghasilkan karya-karya yang banyak diterjemahkan oleh bangsa Eropa. Diantaranya oleh Gerhard Von Cremona dalam bukunya “Libertrium Fratrum Geometrica”.

Para matematikawan tentu tidak asing dengan Al Khawarizmi. Dia lah yang menemukan konsep persamaan matematika ; Aljabar. Konsep ini menjawab spekulasi aritmatika Yunani dan kompeleksitas logaritma India. Kaum muslim juga menemukan hitungan dengan angka pecahan desimal. Tanpa metode seperti ini proses perhitungan dari yang paling sederhana sampai paling kompleks akan mengalami kesulitan serius, bahkan hitungan logaritmik pun akan menjadi mustahil. Tujuhratus tahun sebelum Newton dan Leibniz, dua pemikir muslim telah memikirkan hitung diferensial. Mereka adalah seorang dokter dan filosof, Ibnu Sina (980 – 1037 m), serta teolog, Al Ghazali (1053 – 1111). (Amhar, 2005).

Sementara itu, Kitab Muqaddimah Ibnu Khaldun dan banyak literatur muslim lainnya dipelajari dan dikaji di berbagai universitas di Eropa. Anda bisa menjumpai jejak intelektual mereka di perpustakaan-perpustakaan Oxford, Camridge, Sorbone, Leiden, dsb.

Lantas, bagaimana hubungan fakta-fakta sejarah tersebut dengan kebangkitan peradaban barat yang menghasilkan banyak penemuan khususnya dibidang sains dan teknologi. Dalam hal ini patut disimak pernyataan Leopold Weis ; “ Bahwa kebangkitan atau menggeliatnya berbagai ilmu dan teknik Eropa berawal dari pengambilan ide secara luas dari sumber-sumber Islam khususnya sumber-sumber Arab. Eropa telah mengambil manfaat lebih besar daripada yang diperoleh oleh dunia Islam sendiri, namun mereka sama sekali tidak mengakui kebaikan yang besar tersebut.”

Alhasil, kesejahteraan material sebagai hasil dari pengembangan iptek yang begitu pesat yang dicapai barat ternyata memiliki linkage dengan eksistensi peradaban Islam.

Realitas di atas hanyalah cuplikan dari episode sejarah Islam yang begitu panjang. Di bawah naungan Sistem Pemerintahan Islam, masyarakat wilayah Islam saat itu –baik muslim maupun non muslim- hidup bahagia dan sejahtera. Peradaban mereka juga menjadi mercusuar bagi belahan bumi lainnya. Wallahu’alambisshowab.

Pernah dipublikasikan pada rubrik OPINI Harian Banjarmasin Post, Edisi 21 Maret 2007
Read More...

Peristiwa Penting saat ISRA MI'RAJ


DALAM peristiwa Isra Mi’raj terdapat suatu peristiwa yang memberikan isyarat adanya perubahan peta politik dan kepemimpinan, serta jenis dan sifat kepemimpinan Rasulullah SAW.

Syarat itu bisa dilihat dari perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, seperti dalam firman Allah SWT : “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hambaNya (Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (TQS. Al Isra:1)

Kalau kita perhatikan dalam uraian sirah, ternyata Rasulullah SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj tidak langsung dari Masjidil Haram di kota Mekkah menuju ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis di Al Quds (sekarang disebut Yerusalem).

Dengan mengendarai Buraq (sebangsa binatang yang bersayap yang memiliki kecepatan gerakan luar biasa) melewati beberapa tempat bersejarah, yaitu kota Yastrib (Madinah), Madyan Thursina (di Mesir), Baithlehem, sebelum akhirnya ke Baitul Maqdis.

Di daerah-daerah yang dilewati tersebut Rasulullah SAW melaksanakan shalat dua rakaat. Tentu menarik untuk dipertanyakan kenapa Isra Nabi SAW ke Masjidil Aqsha di Palestina? Kenapa bukan ke tanah Jawa? Juga kenapa dalam perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha melalui tempat-tempat tersebut?

Dari paparan sirah Nabi SAW, dapat kita lihat adanya isyarat kepemimpinan dan kekuasaan Rasulullah SAW dan umat Islam mulai dari Madinah hingga daerah Mesir dan Palestina. Dan fakta sejarah yang terjadi kemudian membuktikan hal itu, bahkan melebihi dari apa yang diisyaratkan dalam perjalanan sejarah Rasulullah SAW.

Dalam hal ini patut kita pahami bahwa Rasulullah SAW dilahirkan dari bangsa Arab yang ummi (buta huruf) yang secara politik tidak diperhitungkan dalam percaturan politik internasional yang pada waktu itu didominasi oleh dua adidaya, yakni Rumawi dan Persia. Di samping itu terdapat pula dua ajaran agama samawi, yakni Yahudi dan Nasrani, keduanya agama Bani Israil.

Agama Bani Israil telah mendominasi dunia dan dianut oleh negara-negara adikuasa, sehingga dengan munculnya Nabi Muhammad SAW yang membawa risalah Islam menghadapi dominasi agama tersebut dan juga yang mendukungnya.

Yang patut dipertanyakan, kenapa Islam yang menggantikan pengaruh kepemimpinan dan kekuasaan sebelumnya? Pasalnya Bani Israil maupun kedua agama tersebut tidak layak lagi memimpin dunia karena telah mengubah isi dan maksud syariat agama Allah SWT.

Allah SWT berfirman: “Maka celaka besarlah bagi siapa saja orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya ‘Ini wahyu dari Allah’ (yang maksudnya tidak lain hanyalah) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatannya itu. Celaka besarlah bagi mereka tuliskan oleh tangan mereka sendiri, dan celaka besarlah bagi mereka akibat apa yang mereka kerjakan itu “ (TQS Al Baqarah 79).

Kini, di masa yang jauh dari situasi riil kepemimpinan Islam atas dunia yang telah dibangun Rasulullah SAW dan diteruskan oleh para sahabatnya, Islam memimpin dunia.

Kini kita kehilangan tongkat kepemimpinan dunia. Tongkat itu hilang lantaran kita telah ragu dengan kelayakan syariat Islam untuk diterapkan dalam kehidupan bernegara dan ragu akan kemampuan syariat Islam untuk memimpin dunia.

Sesuai dengan fakta sejarah, setelah Rasulullah SAW menceritakan kepada kaumnya tentang peristiwa Isra Mi’raj tersebut, dalam kenyataannya, mereka sulit menyakininya. Sebab perjalanan yang ditempuh terlalu jauh. Masuk akalkah perjalanan tersebut dapat ditempuh hanya dalam waktu semalam?

Rasulullah SAW berusaha menjelaskan peristiwa itu dengan bukti yang nyata, memberikan keterangan tentang beberapa hal yang dilihat selama dalam perjalanan dan setelah di Masjidil Aqsa. Semua yang diceritakan sekedar bukti untuk memudahkan orang-orang mempercayai perjalanan Mi’raj ke langit yang paling tinggi dengan membuat perbandingan perjalanan Isra di atas bumi.

Walaupun beliau telah menjelaskan dengan berbagai bukti dan fakta, namun mereka tetap mengingkari dan tidak mau mempercayainya. Bahkan di kalangan kaum muslimin sendiri ada yang kembali murtad. Namun sebagian lainnya justru semakin kuat dan kokoh keimanannya.

Perlu diingat bahwa semua itu adalah mukjizat, yakni suatu kejadian yang luar biasa diluar ketentuan/aturan umum alam semesta. Selain itu, perlu kita menyakini bahwa Allah SWT adalah Mahakuasa menayangkan peristiwa ini.

Dalam peristiwa Isra dan Mi’raj, Rasulullah SAW disodori minuman air susu dan khamer oleh Jibril AS, beliau memilih air susu yang sesuai dengan fitrah manusia. Artinya, orang yang sehat akalnya akan memilih air susu daripada cairan khamer.

Semua hikmah di atas sesungguhnya menunjukan bahwa peraturan yang diturunkan Allah SWT melalui Rasulullah SAW untuk manusia adalah sebuah peraturan sebagai landasan bagi negara dalam perspektif Islam. Yang penting peraturan/syariat agama tersebut sesuai dengan fitrah manusia.

Fitrah manusia tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Apabila manusia dihadapkan pada dua pilihan ekstrim, misalnya madu atau racun, maka orang yang berakal sehat pasti akan memilih madu daripada racun. Dengan demikian, peraturan yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW abadi dan kekal keberadaannya, tidak berubah-ubah. Oleh karena itu, peraturan (syariat) Islam akan kekal selama manusia masih hidup di bumi.



Read More...